Thursday, August 27, 2015

Instalasi Perangkat Jaringan LAN : Sistem Koneksi dalam Jaringan

 


Instalasi Perangkat Jaringan LAN : Sistem Koneksi dalam Jaringan - Dalam jaringan komputer, dikenal 2 model koneksi antar komputer. Diantaranya model Client-Serve dan Model Peer-to-Peer. Berikut penjelasanya ;

Model Client-Server

Model koneksi Client-Server merupkanan sebuah hubungan jaringan yang menggunakan prinsip pelayan dan yang dilayani. Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan.


Sebuah server harus mampu melayani permintaan user. Server harus memiliki spesifikasi yang tinggi mengingat beban kerja yang cukup tinggi.
 
Berikut ini jenis-jenis server dilihat dari sisi pekerjaanya :

Print Server


Printe Server merupakan aplikasi untuk server yang berfungsi untuk menangani permintaan printer. Print Server adalah sebuah alat yang terhubung ke perangkat printer dimana printer tersebut dijadikan pusat untuk melakukan proses print dari beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan.

Database Server


Database Server merupakan aplikasi server yang menyediakan layanan pengelolaan basis data atau aplikasi basis data dengan menggunakan model jaringan client server. Database server melayani manipulasi data seperti Insert, Delete, Update data berdasarkan perintah atau Query.

Beberapa contoh database server yang cukup populer digunakan di dunia diantaranya Oracle Database, MySQL, ProsgrestSQL, dan MsSQL Server

DHCP Server


DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah aplikasi server yang digunakan untuk menyediakan sekumpulan IP Adreess bagi client secara otomatis dengan tujuan utama yakni mempermudah pengalamatan IP Address pada Client.

IP yang diberikan oleh DHCP Server berubah ubah, sesuai dengan konfigurasi server. Server sangat memberikan kemudahan bagi administrator jaringan dalam mengatur IP.

Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamt ip secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server

DNS Server


Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi server yang mempunyai fungsi menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan sebaliknya.

Pemetaan alamat IP Address kedalam sebuah Domain bertujuan untuk mempermudah User dalam mencari host tertentu dengan mengetik sebuah alamat URL seperti www.yahoo.co, daripada mengingat IP Address yang berupa angka seperti 66.222.124.65

DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.

FTP Server


File Transfer Protocol atau FTP merupakan aplikasi jaringan khususnya server yang memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam skala luas seperti internet.

FTP mampu untuk mengirimkan bermacam-macam data seperti MP3, PDF, DOc HTML dan lainnya. FTP Bekerja pada layer transport dalam melakukan transmisinya.

Beberapa macam FTP Server yang sering digunakan saat ini seperti WU-FTPD, VSTPD, FTP, ProFTP

Mail Server


Mail server adalah aplikasi server yang memungkinkan user untuk mengirim serta menerima Surat Elektronik atau EMail. Dalam Mail Server terdapat 3 service yang harus berjalan, diataranya SMTP, POP3, IMAP.

SMTP Simple Mail Transfer Protocol bisa diibaratkan seorang kurir yang tugasnya mengantar surat. Sedangkan untuk membuka Email diperlukan service POP3 atau bisa juga IMAP.

Monitoring Server

Monitoring server merupakan aplikasi server yang memungkinkan administrator untuk melihat informasi seputar jaringan, CPU dan perangkat hardware selama 24 jam dan 30 hari. Monitoring server juga mampu untuk melihat penggunaan memory secara detail.Beberapa monitoring server dalam debian diantaranya Munin, zabbix dll

NTP Server


NTP atau Network Time Protocol merupakan aplikasi server yang berfungsi untuk menyamakan waktu diserver dengan client.

Samba Server


Samba server merupakan aplikasi server yang berbasis protokol SMB dengan OS platform Linux, Unix, BSD untuk menyediakan layanan sharing data dan printer pada jaringan lokal.

Samba server juga memungkinkan untuk melakukan sharing data, printer dll lewat OS Lain seperti Windows.

Proxy Server


Proxy server merupakan server penengah untuk melayani permintaan dari client untuk mencari resource server lainya. Proxy server mempunyai beberapa fungsi, diatarnaya
 
  • Mempercepat akses situs
  • Manajemen bandwidth
  • Memblok situs
  • Caching situs

SSH Server


Secure Shell atau lebih dikenal dengan SSH merupakan protokol jaringan yang berfungsi untuk Remote Login secara aman. SSH lebih aman dibandingan dengan Telnet. SSH melakukan enkripsi saat berjalan.
Web Server
Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Salah satu server web yang terkenal di linux adalah Apache.

Apache merupakan server web antar platform yang dapat berjalan di beberapa platform seperti linux dan windows. Web Server juga merupakan sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk internet. Server disebut juga dengan host.

Agar anda dapat memasukkan web yang anda rancang ke dalam internet, maka anda harus memiliki ruangan terlebih dahulu dalam internet, dan ruangan ini disediakan oleh server. Itulah yang disebut Web Server.
 

Kelebihan Model Client-Serve

  • Kecepatan Transmisi lebih terjamin
  • Lalulitas data terpantau dengan baik
  • Pengelolaan jaringan lebih mudah
  • Backup data lebih mudah
  • Perbaikan jaringan lebih mudah

Kelemahan Model Client-Server

  • Modal awal besar untuk membeli server
  • Memerlukan kontrol dan perawatan secara berkala
  • Perlu Administraor handal
  • Harus punya ruang khusus
  • Ketergantungan pada server jadi lebih besar

Model Peer-to-Peer

Model peer to peer  merupakan salah satu model yang antar pengguna tidak memliiki perbedaan fungsi dan karakteristik. Artinya tidak ada istilah Server maupun Client karena semua bisa berperan sebagai client ataupun server.


Dalam sistem jaringan ini, yang diutamakan adalah sharing resource dan service, seperti penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Misalnya pemakai komputer bernama Rajo dapat memakai program yang dipasang di komputer Kaciak, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Kelebihan Model Peer-to-peer

  • Implementasinya murah dan mudah.
  • Tidak memerlukan software administrasi jaringan khusus.
  • Tidak membutuhkan administrator jaringan
  • Cocok untuk organisasi kecil

Kelemahan Model Peer-to-peer

  • Identifikasi masalah sulit
  • Kecepatan transmisi kurang baik
  • Keamanan tergantung masing-masing OS
  • Backup pada setiap komputer secara mandiri

0 comments

Post a Comment