Monday, August 03, 2015

Materi Elektronika Dasar : Mengoperasikan Multimeter Analog dan Digital

Materi Elektronika Dasar : Mengoperasikan Multimeter Analog dan Digital - Materi Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar mengharuskan siswa untuk mampu Mengoperasikan Multimeter Analog secara baik dan benar.

Pengertian Multimeter

Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). 

Sebagai contohnya multimeter mampu untuk mengukur tegangan listrik PLN, tegangan batu baterai, arus rangkaian DC, hambatan kawat, juga dapat mengukur berbagai kondisi komponen elektronika baik atau tidak.

Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter).

Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).

Pembagian Multimeter

Multimeter terbagi menjadi 2 yakni multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

Multimeter analog menggunakan jarum yang harus dikalibrasi untuk menunjukan hasil pengukurannya. Sedangkan multimeter digital menggunakan digit angka. multimeter digital lebih dianjurkan digunakan, daripada analog.

Multimeter tersedia dan dapat dibeli dengan berbagai fitur dan harga. Multimeter dapat dibeli dari harga 50 ribuan hingga jutaan.

Bagian-bagian Multimeter Analog

Bagian multimeter dapat dilihat melalui gambar dibawah ini.

Bagian-bagian Multimeter Digital

Bagian multimeter dapat dilihat melalui gambar dibawah ini.

Cara Melakukan Pengukuran dengan Multimeter Analog

Mengukur tegangan AC
  • Atur Selektor pada posisi ACV.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
  • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
  • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
  • Baca hasil ukur pada multimeter.
Mengukur kuat arus DC
  • Atur Selektor pada posisi DCA.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
  • Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
  • Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat  pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti  kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
  • Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
  • Baca hasil ukur pada multimeter.
Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
  • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
  • Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.
Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
  • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka  pengali sesuai batas ukur.
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
  • Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
Mengecek hubung-singkat / koneksi
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
  • Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau  terminal tersebut putus.

0 comments

Post a Comment